Berangkatlah sudah. Menyisakan hitungan kepada tiga kali 365. Pergi dilalu angin, dipayung hujan, berhari-hari saban petang kadang sampai malam. Ini kota, barangkali akan kehilangan warna senjanya. Yang mengadu, kini tinggal satu: aku. Yang–seperti lazimnya orang-orang terpisah–merasa perlu berujar: sampai jumpa. Tot ziens, Mevrouw N.

Tjikini postkantoor 1925