dilema minderjarig
Apr 23
keberadaan bangsa belanda memang menyisakan pengaruh yang luas dalam kehidupan bangsa ini. gaya hidup, bahasa, namun bukan konsep berpikir. tidak bisa dipungkiri, kemajuan peradaban bangsa oranye itu sangat progresif dan mengalami masa kejayaan pada abad 17 dan 18. menguasai perekonomia global dan sudah menikmati perdagangan bebas jauh sebelum rejim wto berhasil mengatur bangsa-bangsa sekarang. dari kemajuan cara berpikir yang progresif, terbentuklah suatu sistem kelola masyarakat yang berhasi membendung arus pemikiran yang berkembang untuk tidak menyentuh para penduduk hindia timur. berabad lamanya, pembendungan memuarakan suatu blok sikap mental yang jauh bertolak belakang dari dinamika kemajuan berpikir yang berkembang di sisi barat sana.
sampai saat ini, itu pun masih terasa. sikap mental yang tidak lentur dan cenderung menahan diri untuk membuka diri, menjadi lapang dada menerima kelebihan dan kekurangan dengan sikap yang apa adanya.
salah satunya adalah sikap minder. kabarnya berasal dari kata minderjarige, yang sebenarnya lebih mengacu pada batasan usia anak-anak sebelum dewasa. singkat cerita, kata ini setelah melewati rentang waktu yang cukup lama menjadi lebih singkat dan disebut dengan minder, alias rendah diri.
sungguh rendah diri bukan rendah hati, karena yang terakhir berkonotasi lebih mulia. sedangkan sikap rendah diri, cenderung menciptakan keusilan, kejahilan bahkan ketidaksenangan. rendah diri tentu saja secara logika disebabkan rasa ketidakmampuan seseorang dibandingkan dengan orang lain. yang pasti ada rasa kurang dibanding orang lain yang dianggap lebih.
jika rasa rendah diri itu terukur dari perbedaan kekayaan, atau perbedaan tampilan fisik, tentu saja menjadi hal yang lumrah dan bisa jadi mengundang rasa maklum. namun bila rasa rendah diri semata-mata muncul tanpa alasan pasti, pasti akan mengundang pertanyaan dan rasa aneh.
selain masalah fisik atau materi, sumber-sumber munculnya rasa rendah diri adalah karena rasa tak ingin tersaingi. uniknya manifestasi rasa tak suka disaingi ini bisa jadi sikap unjuk kekuatan guna mentahbiskan diri sendiri tidak ada alasan untuk merasa terancam dan memberi sinyal kepada pihak lain bahwa jangan coba-coba.
jadi, apabila di suatu lingkungan baru kita suatu saat bertemu orang yang begitu ingin memperlihatkan dialah yang memegang peran, bisa jadi dia sedang bergelut mengatasi security dilemma dalam dirinya. meski rasa ketidakamanan dalam dirinya sebatas karena dia merasa minder, tetap saja manisfestasinya bisa jauh dari sikap minder ala jaman kolonial.
di jaman progresif saat ini, sikap orang bisa saja bertolak belakang dari apa yang sebenarnya dalam benaknya. dan bisa saja, rendah diri dikemas dengan gaya yang berkuasa.
RSS