itulah cinta
Jul 03
Uncategorized food for thought No Comments
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
jakarta, diantara sudut-sudutnya kala lengang di hari minggu, kecuali sesekali derum bajaj berjalan perlahan melewati polisi tidur. hari minggu biasa berjalan lambat dan cepat, bersambut-sambutan, memang waktu bergerak dan tak layak dilalukan begitu saja tanpa jejak.
sepagian, sesekali meruak dalam benak, lagu ini. mereka berdendang tentang dirinya yang tengah berjalan menyusuri kata hati. terdengar begitu membebaskan, entah kenapa saya merasa lega untuk menyadari bahwa semua begitu manusiawi. dengan segala kekurangan dan kelebihan dari kata hati itu, manusia menjadi ciptaan utuh.
waktu dan kata hati bukan suatu filosofi, layaknya mereka menjadi alat dalam memaknai hidup. dalam hal ini, saya terkagum dengan signature seorang kawan dalam email yang selalu dikirimkannya di mailing list, sebait derai-derai cemara dari chairil anwar:
hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah
saya kira tidak ada kata-kata yang tidak terucap, karena menyerah terkadang lebih layak cukup sampai di gagasan, angan-angan, namun bukan dalam tindakan. hidup adalah cinta itu sendiri.
RSS